Professional With an Attitude
Isi kantong sangat penting tapi isi hati dan isi otak lebih penting

Merancang Diklat Online yang Menyenangkan Tinjauan Instructional Design

1Guru sebagai tenaga profesional mempunyai fungsi, peran, dan kedudukan yang sangat penting dalam mencapai visi pendidikan 2025 yaitu menciptakan insan Indonesia cerdas dan kompetitif. Karena itu, profesi guru harus dihargai dan dikembangkan sebagai profesi yang bermartabat sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen

Pendidik dan Tenaga Kependidikan profesional mempunyai tugas, fungsi, dan peran penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Serta diharapkan mampu berpartisipasi dalam pembangunan nasional untuk mewujudkan insan Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki jiwa estetis, etis, berbudi pekerti luhur, dan berkepribadian. Tidaklah berlebihan kalau dikatakan bahwa masa depan masyarakat, bangsa, dan negara, sebagian besar ditentukan oleh pendidik dan tenaga kependidikan yang profesional. Agar pendidik dan tenaga kependidikan dapat melaksanakan tugas profesional secara berkualitas, maka wajib untuk selalu meningkatkan kemampuan profesionalnya secara berkelanjutan sesuai dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Salah satu terobosan dalam melakukan peningkatan kompetensi pendidik dengan memanfaatkan kemajuan kemajuan tehnologi informasi dan komunikasi adalah adanya diklat online. Dalam mengikuti diklat online, guru dapat mengatur waktu dalam mengakses materi diklat tanpa meninggalkan sekolah dan peserta didiknya. Kesempatan mengikuti diklat online juga terbuka bagi semua guru baik yang berada di pusat kota maupun di pelosok pedesaan (asal sinyal terjangkau) . Biaya penyelenggaraan diklat online jauh lebih terjangkau / murah baik untuk penyelenggara maupun pesertra diklat sendiri.

Mengingat banyaknya keuntungan yang diperoleh dengan mengikuti diklat online, maka semua guru wajib “ melirik “ diklat online ini sebagai salah satu proses pencariang angka kredit untuk pemenuhan persyaratan kenaikan pangkatnya. Meskipun bermanfaat, namun semuanya kembali ke masing -masing pribadi peserta diklat. Keikutsertaan diklat harus sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya sebagai seorang guru dan tidak merugikan peserta didik yang didampinginya.

Apa yang harus dipersiapkan?

 

Peralatan Teknologi Informasi

  • Pusat Pengajar (Central Site)
    • Koneksi Internet minimal 512 Kbps x jumlah VC pararel (dedicated) untuk setiap pengajar pada sesi Vicon Virtual Kelas2
    • Koneksi Internet minimal 1 Mbps (Wifi) untuk akses publik LMS (pengajar).
    • Portabel eksternal Speaker + Mic (Bluetooth) / Headset+mic setiap pengajar
    • TV LCD (min. 42 inch) atau LCD Proyektor (opsional)
    • PC/Laptop + Webcam (pengajar)
  • Pusat Belajar (Remote Site)
    • Koneksi Internet minimal 512 Kbps (dedicated) untuk Vicon Virtual Kelas.
    • Koneksi Internet minimal 1 Mbps (Wifi) untuk akses publik LMS.
    • Portabel eksternal Speaker + Mic (Bluetooth)
    • TV LCD (min. 42 inch) atau LCD Proyektor
    • PC/Laptop + Webcam

 

Materi Pelatihan Online

Dalam diklat online, banyak

materi yang dapat digunakan sebagai bentuk materi ajar, seperti file – file berformat .Pdf, dokumen word, file excel, video – video dan animasi yang berkaitan dengan materi bahan ajar, kuis – kuis interaktif dalam pembelajaran, forum diskusi antar peserta dengan peserta maupun antar peserta dengan pengajar, dan video conference dalam pembelajaran untuk menyampaikan materi.

3

Penyusunan Naskah / Modul

Proses penyusunan modul idealnya diawali dengan tahap kegiatan identifikasi kebutuhan. Hasil kegiatan ini kemudian disusun suatu program diklat  dengan penyusunan kurikulum dan silabus. Atas dasar kurikulum tersebut disusun Rancang Bangun Pembelajaran (RBP) dan Rencana Pembelajaran (RP). Dalam proses penyusunan naskah/ modul ini dapat dilakukan melalui kerja sama dengan ahli materi yang menguasai materi utaam modul untuk menyesuaikan isi yang nantinya terkandung dalam modul yang dibuat. Proses pengembangan modul dapat dimulai melalui langkah – langkah sebagai berikut:

Rencana Pengembangan Modul

Selama mengumpulkan bahan dan referensi untuk penulisan modul, penulis modul perlu terus mengacu pada kurikulum yang telah ada. Di tahap awal perencanaan pengembangan modul, perlu dipikirkan konsep penyajian materi modul agar mudah dipahami oleh pebelajar secara mandiri.

Pengembangan Evaluasi dalam modul

Modul perlu memuat contoh-contoh dan latihan-latihan yang relevan sehingga pebelajar dapat menerapkan di lingkungannya. Pembuatan bahan latihan termasuk bagian dari evaluasi dalam modul untuk mengukur tingkat pemahaman dan keberhasilan belajar pebelajar.

Pembuatan Rangkuman

Setelah kegiatan belajar diuraikan dan diberikan contoh dan diukur dalam latihan serta tes, penulis modul harus membuat rangkuman di akhir kegiatan belajar. Tujuan merangkum adalah memberikan basic ideas tentang apa yang sudah kita tulis di setiap kegiatan belajar dalam modul kita.

 

Pengembangan Multimedia

Dari waktu ke waktu pembelajaran selalu mengalami perkembangan. Berbagai model, metode, media serta hal-hal lain yang baru muncul dan dipergunakan dalam pembelajaran. Perkembanga4n multimedia juga termasuk digunakan dalam pembelajaran. Penggunaan multimedia dalam pembelajaran dapat menggantikan metode pembelajaran secara konvensional menjadi lebih menarik.

Penggunaan dan perpaduan gambar, video dan suara dalam multimedia banyak menarik maupun menggugah minat belajar peserta didik ataus siswa. Multimedia juga mampu memudahkan penyampaian materi-materi tertentu kepada siswa dibandingkan dengan cara penyampaian materi lainnya. Namun untuk membuat penggunaan dan materi multimedia yang tepat pada pembelajaran perlu pengembangan khusus, mengingat untuk produksi multimedia diperlukan pengetahuan dan keterampilan dalam menyusun dan membangun materi berbasis multimedia yang baik.

Tahapan Pengembangan Dalam Multimedia

Konsep

  • Tujuan Aplikasi (informasi, hiburan, pelatihan, dan lain-lain)
  • Identifikasi Pengguna (Users)
  • Bentuk Aplikasi (presentasi, interaktif, dan lain-lain)
  • Spesifikasi Umum (ukuran aplikasi, dasar perancangan, target yang ingin dicapai, dan lain-lain)

Disain

Disain (perancangan) adalah membuat spasifikasi secara rinci mengenai struktur aplikasi multimedia yang akan dibuat, gaya dan kebutuhan bahan (material) untuk aplikasi.

  • Pembuatan Bagan Alir (Flow Chart), yaitu menggambarkan struktur aplikasi multimedia yang disarankan, Yang perlu diperhatikan ketika mengembangkan bagan alir meliputi:
  • Apakah semua bidang isi yang dibutuhkan telah dimasukkan ?
  • Apakah semua hubungan di antara modul telah dimasukkan ?
  • Apakah maksud struktur akan menjadi jelas bagi tim pengembang dan pengguna ?
  • Pembuatan Storyboard, yaitu pemetaan elemen-elemen atau bahan (material) multimedia pada setiap layar aplikasi multimedia.
  • Melakukan pengumpulan bahan (material) seperti: clipart, image, animasi, audio, berikut pembuatan grafik, foto, audio, dan lain-lain yang diperlukan untuk tahap berikutnya.
  • Bahan yang diperlukan dalam multimedia dapat diperoleh dari sumber-sumber seperti: library, bahan yang sudah ada pada pihak lain, atau pembuatan khusus yang dilakukan oleh pihak luar.
  • Pengumpulan material dapat dilakukan paralel dengan tahap pembuatan (assemby).

Pembuatan

  • Tahap pembuatan (assembly) merupakan tahap dimana seluruh objek multimedia dibuat atau diintegrasikan.
  • Pembuatan aplikasi berdasarkan flow chart, storyboart, struktur navigasi atau diagram objek yang berasal dari tahap disain.
  • Dapat menggunakan perangkat lunak authoring yang mempunyai fitur pembuatan flow chart dan disain, misal: Microsoft Frontpage, Macromedia, dan lain-lain.

Testing

  • Tahap testing dilakukan setelah tahap pembuatan dan seluruh bahan (material) telah dimasukkan.
  • Biasanya pada tahap awal dilakukan testing secara modular untuk memastikan apakah hasilnya seperti yang diinginkan.
  • Aplikasi yang telah dihasilkan harus dapat berjalan dengan baik di lingkungan pengguna (klien), dimana pengguna dapat merasakan adanya kemudahan dan manfaat dari aplikasi tersebut serta dapat menjalankan sendiri terutama untuk aplikasi yang interaktif.

Distribusi

  • Bila aplikasi multimedia akan digunakan dengan mesin yang berbeda, penggandaan menggunakan floppy disk, CD-ROM, tape, atau distribusi dengan jaringan sangat diperlukan.
  • Tahap distribusi juga merupakan tahap evaluasi terhadap suatu produk multimedia, diharapkan akan dapat dikembangkan sistem multimedia yang lebih baik di kemudian hari.

Membangun Kelas Virtual Di Moodle

Dalam setiap pembelajaran tentunya membutuhkan tempat, dalam diklat online dapat dibuat sebuah kelas Virtual dengan menggunakan Aolikasi MOODLE, Membangun suatu kelas virtual di Moodle dilakukan oleh administrator. Setelah peserta sudah terdaftar kemudian kita harus membagi menjadi beberapa kelas seperti di sekolah misalnya kelas X-1, X-2, dan X-3, dengan memberikan group pada sebuah kursus maka seorang pengajar dapat melakukan hal seperti berikut:

  • Pengajar dapat mengidentifikasi dan membedakan antar kelompok
  • Membantu pengajar dalam hal penilaian
  • Mengatur hak ases kelompok tertentu terhadap kelompok lain

 

Siapa yang mengelola?

5

Penanggung Jawab Kegiatan

Dalam diklat online, seseorang yang dapat dijadikan penanggung jawab kegiatan adalah orang yang memiliki kuasa penuh terhadap berjalannya program yang akan dilakukan mulai dari tahapan perencanaan awal hingga proses pelaporan akhir.

Penanggung Jawab Akademik

Penanggung jawab akademis adalah sesorang yang dipercaya sebagai penanggung jawab diklat dalam bidang keakademisan seperti materi-materi, modul, tugas-tugas, dan pengajar dalam diklat online. Posisi ini dapat dijabat oleh orang yang benar benar menguasai materi yang akan dijadikan materi utama diklat dan bagaimanan pola pengajaran yang sesuai dengan materi tersebut

Admin Pusat Belajar

Pusat belajar merupakan lokasi yang ditunjuk oleh Dinas Pendidikan setempat sebagai pusat kegiatan belajar mengajar secara interaktif secara online. Untuk keperluan pengelolaan dan pengoperasian layanan diperlukan adanya admin dimasing-masing pusat belajar. Dinas pendidikan diwajibkan untuk menunjuk admin pada setiap pusat belajar untuk keperluan tersebut.

Sesuai namanya, admin pusat belajar adalah orang yang bertugas sebagai tenaga untuk memasukkan data ke dalam aplikasi yang tersedia berdasarkan sumber data. Tugas admin adalah peng-input data dan bukan perancang, pengolah data. Setelah peng-input-an data, admin melakukan tugas meng-upload ke aplikasi online sebagai pusat data. Selain itu admin pusat belajar juga bertugas untuk memberi arahan kepada pengajar apabila menngalami kesulitan dalam pengajaran online.

Admin Pusat Pengajar

Admin pusat pengajar memiliki tugas yang sama dengan admin pusat belajar, yang membedakan adalah lokasi dimana mereka bertugas. Admin pusat belajar bertugas di daerah – daerah dimana peserta diklat berada, sedangkan admin pusat pengajar bertugas di tempat pengajar dan penanggung jawab berada. Jabatan ini dapat diisi oleh orang – orang yang dipercaya penanggung jawab kegiatan dan menguasai teknis pelaksanaan

Operator Kelas

Operator kelas adalah seseorang yang nantinya menjadi pelaksana kelas online yang anda buat, selain itu operator kelas juga bertugas untuk melakukan pengawasan, manajemen kelas, dan sebagai mediator antara pengajar diklat online dengan kelas online yang anda buat. Jika dalam pelaksanaannya ditemukan beberapa kesalahan, maka operator kelas dengan menggunakan hasil diskusi bersama pengajar/ penanggung jawab akademis akan mengatasi masalah tersebut. Posisi dapat diisi dengan orang – orang yang benar – benar menguasai teknis penggunaan diklat online, seperti pegawai balai diklat, mahasiswa, orang yang anda percaya ataupun anda sendiri.

 

Siapa yang Bisa mengajar dan Bagaimana mengajarnya?

67

Siapa yang mengajar ?

Pengajar dalam diklat online dapat dilakukan oleh beberapa tenaga pengajar yang kompeten dalam bidang diklat yang dilaksanakan, seperti:

  1. Widyaiswara
  2. Pejabat Fungsional Pranata Komputer
  3. Dosen
  4. Guru
  5. Pakar dan Praktisi
  6. Pejabat Struktural
  7. Pejabat Negara.

 

Bagaimana cara Mengajar ?

Dalam pembelajaran diklat online, beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengajarkan materi kepada peserta diklat, diantaranya adalah:

Ceramah

Metode ceramah digunakan dalam proses belajar mengajar yang dikombinasikan dengan tanya jawab, diskusi dan latihan (peragaan) yang dilakukan seperti pada kelas konvensional, tetapi diubah menjadi online dengan menggunakan software yang anda gunakan, baik melalui video conference atau pembuatan forum diskusi online.

Demonstrasi dan Peragaan

Metode pembelajaran dengan demonstrasi dan peragaan digunakan untuk mempersiapkan peserta dalam merencanakan dan melaksanakan latihan penerapan suatu pengetahuan atau keterampilan dalam rangka pendalaman materi. Dalam kelas diklat online, anda dapat menggunakan fitur video streaming secara live, ataupun anda dapat mengupload beberapa video yang ingin anda peragakan seperti membuat video tutorial – tutorial untuk melakukan sesuatu.

Praktikum

Peserta diberikan kesempatan untuk menerapkan pengetahuan atau keterampilan yang diperoleh selama diklat. Dengan praktikum ini peserta diharapkan dapat mengembangkan kemampuan dan keterampilannya dalam rangka pendalaman materi. Yang membedakan dalam praktikum diklat online yaitu para pengajar tidak dapat melihat proses praktikum yang dilakukan oleh peserta diklat, nantinya pengajar hanya mampu melihat hasil praktikum yang sudah dilakukan oleh peserta.

Presentasi

Metode presentasi digunakan untuk melatih kemampuan peserta dalam menyampaikan hasil praktek kerja yang diperoleh selama diklat. Dalam diklat online pengajar juga mampu mempresentasikan materi yang akan mereka sampaikan melalui video conference.

8Sumber : Diklat Interaksi Online (DIO) PPPPTK PKn IPS.

Bagaimana Penjadwalan dan menggunakan Media ?

 Karena diklat online memerlukan ketepatan dalan segala perencanaan kegiatannya maka penjadwalan yang akurat menjadi sangat penting artinya untuk memberika tuntunn dan pringatan bagi peserta agar mentaatinya. Dengan penjadwalan yang jelas dan terpampang dalam setian moment membuka site berarti telah memberikan pembelajaran untuk disiplin, karena jika tidak diikuti jadwal yang telah ditentukan maka peserta akan diangap tidak mengikuti mata diklat yang seharusnya diikuti. Informasi jadwal bisa dibuat menarik seperti dibawah inisehinga memudahkan pserta untuk melihatnya.

9Sumber : Diklat Interaksi Online (DIO) PPPPTK PKn IPS.

Dalam penggunaan media file para peserta hanya perlu download segala materi yang telah di upload kedalam LMS oleh operator Admin Pusat Belajar yang telah disetujui oleh pengajar. Para peserta kemudian membaca file tersebut, mempelajari segala materi yang disampaikan. Terdapat beberapa media yang di gunakan pada diklat online antara lain LMS, modul diklat, dan beberapa media untuk digunakan pada saat video converence seperti slide PPT, Modul, dll.

Media LMS atau Learning Managemen System adalah media yang digunakan peserta diklat untuk mengakses informasi dari pusat. Sehingga peserta diklat dapat memahami sistematika pelaksanaan diklat online, LMS yang di maksud disini berupa website yang dapat di akses para peserta diklat kapanpun dan dimanapun dengan menggunakan jaringan internet. Dengan LMS ini pula peserta dapat mengakses modul diklat untuk di download dan dipelajari.

Pada diklat online, juga terdapat program VICON (Video conference), yaitu proses tatap muka yang dengan menggunakan feature kamera pada PC peserta dan pemateri sehingga mereka dapat saling bertatap muka dan melakukan proses belajar mengajar.

Media yang digunakan pada vicon ini menggunakan media slide PPT, Modul, Animasi Dll. Pemateri bisa mengontrol apa yang ditanyangkan dan apa yang di dengar pada computer peserta diklat, jadi selain peserta melihat wajah pemateri, peserta juga bisa melihat media yang ditampilkan pemateri seperti slide PPT pada komputer masing masing. Sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih efektif dan effisien.

REGARD

didik duro

 

Satu Tanggapan to “Merancang Diklat Online yang Menyenangkan Tinjauan Instructional Design”

  1. Terima kasih Pak Didik, Lilis SutiknoKupang-NTT


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: