Professional With an Attitude
Isi kantong sangat penting tapi isi hati dan isi otak lebih penting

Jun
21

C-Generation terlahir dari dunia digital yang terus berkembang. Oleh karena itu para penduduknya disebut digital native. Dalam penduduk digital native, aktivitas belajar C-Generation tidak lagi menggunakan cara-cara konvensional. Mereka sudah terbiasa dengan cara-cara modern yang mengikuti perkembangan teknologi web 3.0 yang sebentar lagi akan kita gunakan di negeri ini. Belajar tidak lagi di dalam kelas, dan bertatap muka secara langsung, tetapi bisa dimana saja, dan kapan saja.
“Kemajuan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi), terutama tersedianya internet, menyebabkan berbagai perubahan cara kita dalam berkomunikasi, bekerja, belajar, dan melakukan berbagai aktivitas sehari-hari. Generasi yang dilahirkan pada masa TIK telah sangat berkembang sering dijuluki Net-Generation (Internet Generation), C-Generation (Connected Generation) atau Milenials. Berinteraksi dengan teknologi informasi dan teknologi komunikasi sejak usia sangat muda menyebabkan Generasi Internet memiliki kebiasaan yang berbeda dengan generasi sebelumnya, misalnya dalam membaca informasi. Mereka juga menghadapi tantangan yang berbeda dalam mendapatkan informasi. Tantangan tersebut berupa ketersediaan Informasi yang hampir tanpa batas serta dapat di.akses dengan cepat dan mudah melalui internet. Generasi sebelumnya mungkin disibukkan dengan mencari informasi, sedangkan Generasi internet tidak menghadapi kendala dalam mengakses informasi. Tantangan yang mereka hadapi adalah bagaimana menemukan dan memahami informasi yang tepat secara efisien serta mengintegrasikannya menjadi kesatuan yang koheren.

APA HUBUNGANNYA?

Penampilan era C- generation semakin profesional dengan semakin membanjirnya produk Table PC yang dipelopori oleh Apple Inc. Gaya dan penampilan super sibuk yang dapat di cover dengan gadget yang bernama iPad. seperti apa sekilas tentang iPad berikut informasinya :


iPad adalah sebuah produk komputer tablet buatan Apple Inc. (AI). iPad memiliki bentuk tampilan yang hampir serupa dengan iPod Touch dan iPhone, hanya saja ukurannya lebih besar dibandingkan kedua produk tersebut dan memiliki fungsi-fungsi tambahan seperti yang ada pada sistem operasi Mac OS X.

SEJARAH
iPad diperkenalkan pertama kali oleh Steve Jobs, CEO (yang merupakan singkatan dari Chief Executive Officer) dari Apple Inc. dalam Apple Special Event yang bertempat di Yerba Buena Center for the Arts, San Fransisco, Amerika Serikat, pada tanggal 27 Januari 2010. Produk ini dirancang sebagai sebuah perangkat digital yang berada di antara telepon pintar (smartphone) dan komputer jinjing (laptop). Apple Inc. berencana akan mulai memasarkan iPad di Amerika Serikat (AS) mulai 3 april 2010, dengan kisaran harga mulai dari 499 Dolar Amerika Serikat (USD) hingga 829 USD. Namun warga AS sudah dapat memesan produk ini mulai tanggal 12 Maret 2010 melalui Apple Online Store.

SPESIFIKASI
Apple sejauh ini sudah mengumumkan dua jenis model iPad. Model Wi-Fi dengan Wi-Fi 802.11a/b/g/n dengan berat 680 gram yang akan dipasarkan 3 April 2010 dan model Wi-Fi + 3G yang memungkinkan pengguna untuk menggunakan jaringan HSDPA dengan berat 730 gram, yang akan dipasarkan pada akhir April 2010. Produk ini memiliki desain layar multi-sentuh 9.56×7.47 inci dengan lebar layar 9.7 inci atau sekitar 25 sentimeter (cm), yang dilengkapi LED backlight dengan teknologi IPS (singkatan dari In-Plane Switching), resolusi 1024×768 piksel, kapasitas memori flash drive mulai dari kisaran 16 gigabita (Gb) hingga 64 Gb, prosesor 1 gigahertz (GHz) Apple A4, baterai lithium-polymer yang dapat bertahan hingga 10 jam pemakaian, mendukung pemutaran audio dengan format AAC, MP3, VBR, audible, apple lossless, AIFF dan WAV serta mendukung format video H.264 hingga 720p, .m4v, .mp4, .mov, dan MPEG-4. Selain itu juga terdapat Bluetooth 2.1, kompas digital, GPS, Wi-Fi (802.11a/b/g/n), dock connector, built-in speaker, mikrofon, 3.5-mm stereo headphone jack dan menggunakan sistem operasi yang sama dengan sistem operasi iPhone.

APLIKASI
Di dalam iPad, selain fitur umum seperti home screen, contact (kontak), kalender dan catatan terdapat juga sejumlah aplikasi-aplikasi seperti:

1. Safari: merupakan penjelajah web yang dapat digunakan untuk mengakses berbagai situs internet, seperti Google, Yahoo, Myspace, Flickr, Apple atau situs jejaring sosial seperti Friendster, Twitter, Facebook dan Plurk.
2. Mail: merupakan aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk melihat surat elektronik (email) dan fitur ini dapat bekerja dengan hampir semua provider terkemuka seperti Yahoo! Mail, Gmail, atau Windows Live Hotmail.
3. iTunes: merupakan aplikasi yang dapat digunakan untuk menjelajah dan mengunduh musik, tayangan televisi, video maupun podcasts melalui iTunes Store. Aplikasi iTunes yang ada di dalam iPad dapat disinkronisasikan dengan iTunes yang ada pada MacBook ataupun komputer yang dimiliki pengguna.
4. iPod: merupakan aplikasi yang mampu mengorganisasi dan memutar musik, sama seperti yang terdapat pada produk Apple yang lain seperti iPod ataupun iPhone.
5. Photo: sebuah aplikasi yang dapat digunakan untuk menyimpan, mengorganisasi dan melihat foto. Pengguna tidak hanya bisa melihat foto berdasarkan tanggal dan acaranya, tetapi juga berdasarkan wajah ataupun tempat dimana foto tersebut diambil. Pengguna juga dapat mengsinkronisasikan foto ke dalam iPad dari Mac atau komputer melalui iTunes ataupun memindahkan foto dari kamera digital ke iPad melalui iPad camera connection kit.
6. Video: aplikasi yang digunakan untuk menonton berbagai jenis video, mulai dari film dengan kualitas High Definition (HD), podcast, acara TV sampai musik video dimana saja walau pengguna sedang berada di dalam pesawat sekalipun.
7. App Store: digunakan untuk mengunduh aplikasi yang jumlahnya mencapai hampir 150.000. App Store menyediakan aplikasi untuk produk-produk buatan Apple dengan beragam kategori, mulai dari permainan, gaya hidup, pendidikan dan lain sebagainya. Aplikasi yang terdapat di dalam App Store dapat diunduh secara gratis oleh pengguna namun ada juga yang dikenakan sejumlah biaya.
8. Youtube: aplikasi ini dapat digunakan untuk memudahkan pengguna melihat berbagai macam jenis video yang ada dalam Youtube tanpa perlu mengakses situsnya.
9. iBooks: sebuah aplikasi yang digunakan tidak hanya untuk membaca saja, tetapi juga menjelajah dan membeli buku-buku berformat digital (e-books) dari iBookstore. Aplikasi ini dapat diunduh di App Store secara gratis, namun sayangnya aplikasi ini baru tersedia di AS saja.
10. iWork: aplikasi yang juga terdapat pada Mac, yang terdiri dari Keynote, Pages dan Numbers. Aplikasi ini dapat membantu pengguna membuat presentasi, dokumen, maupun spreadsheet.
11. Maps: aplikasi yang dapat digunakan untuk melihat peta dari atas dengan resolusi tinggi melalui pencitraan satelit. Selain melihat peta, pengguna juga bisa mencari lokasi tempat atau rute dari satu tempat ke tempat lain.

Nah … dari uraian diatas bagi yang mulai tertarik dengan gadget ini silahkan hunting dan beli lumayan untuk menambah performance kita.

Mei
11

A. Kepribadian
1. Menyadari akan tugas dan tanggungjawabnya sebagai pengawas satuan pendidikan yang professional
2. Kreatif dalam bekerja dan memecahkan masalah baik yang berkaitan dengan kehidupan pribadinya maupun tugas-tugas profesinya
3. Memiliki rasa ingin tahu akan hal-hal baru tentang pendidikan dan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang menunjang profesinya.

B. Supervisi Manajerial
1. Menguasai metode, teknik dan prinsip-prinsip supervisi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan.
2. Menyusun program kepengawasan berdasarkan visi-misi-tujuan dan program sekolah-sekolah binaannya.
3. Menyusun metode kerja dan berbagai instrumen yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi pengawasan.
4. Membina kepala sekolah dalam mengelola satuan pendidikan berdasarkan manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah (MPMBS).
5. Membina kepala sekolah dalam melaksanakan administrasi satuan pendidikan meliputi administrasi kesiswaan, kurikulum dan pembelajaran, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pembiayaan, keuangan,lingkungan sekolah dan peran serta masyarakat.
6. Membantu kepala sekolah dalam menyusun indikator keberhasilan mutu pendidikan di sekolah.
7. Membina staf sekolah dalam melaksanakan tugas pokok dan tanggung jawabnya.
8. Memotivasi pengembangan karir kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan lainnya sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.
9. Menyusun laporan hasil-hasil pengawasan pada sekolah-sekolah binaannnya dan menindak lanjutinya untuk perbaikan mutu pendidikan dan program pengawasan berikutnya.
10. Mendorong guru dan kepala sekolah untuk menemukan kelebihan dan kekurangan dalam melaksanakan tugas pokoknya.
11. Menjelaskan berbagai inovasi dan kebijakan pendidikan kepada guru dan kepala sekolah.
12. Memantau pelaksanaan inovasi dan kebijakan pendidikan pada sekolah-sekolah binaannya.

C. Supervisi Akademik
1. Memahami konsep, prinsip, teori dasar, karakteristik, dan kecenderungan perkembangan bidang ilmu yang menjadi isi tiap bidang pengembangan/mata pelajaran SD/mata pelajaran sekolah menengah yang termasuk dalam rumpunnya.
2. Memahami konsep, prinsip, teori/teknologi, karakteristik, dan kecenderungan perkembangan proses pembelajaran tiap bidang pengembangan/mata pelajaran SD/mata pelajaran sekolah menengah yang termasuk dalam rumpunnya.
3. Membimbing guru dalam menentukan tujuan pendidikan yang sesuai, berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar tiap bidang pengembangan/mata pelajaran SD/mata pelajaran sekolah menengah yang termasuk dalam rumpunnya.
4. Membimbing guru dalam menyusun silabus tiap bidang pengembangan/ mata pelajaran SD/mata pelajaran sekolah menengah yang termasuk rumpunnya berlandaskan standar isi, standar kompetensi dan kompetensi dasar, dan prinsip-prinsip pengembangan KTSP.
5. Menggunakan berbagai pendekatan/metode/ teknik dalam memecahkan masalah pendidikan dan pembelajaran tiap bidang pengembangan/mata pelajaran SD/mata pelajaran sekolah menengah yang termasuk dalam rumpunnya.
6. Membimbing guru dalam memilih dan menggunakan startegi/metode/teknik pembelajaran yang dapat mengembangkan berbagai potensi peserta didik melalui bidang pengembangan/mata pelajaran SD/mata pelajaran sekolah menengah yang termasuk dalam rumpunnya.
7. Membimbing guru dalam menyusun rencana pembelajaran (RPP) untuk tiap bidang pengembangan/mata pelajaran SD/mata pelajaran sekolah menengah yang termasuk dalam rumpunnya.
8. Membimbing guru dalam memilih dan menggunakan media pendidikan yang sesuai untuk menyajikan isi tiap bidang pengembangan/mata pelajaran SD/mata pelajaran sekolah menengah yang termasuk dalam rumpunnya.
9. Memotivasi guru untuk memanfaatkan teknologi informasi untuk pembelajaran tiap bidang pengembangan/mata pelajaran SD/mata pelajaran sekolah menengah yang termasuk dalam rumpunnya.
10. Membimbing guru dalam melaksanakan strategi/metode/teknik pembelajaran yang telah direncanakan untuk tiap bidang pengembangan/ mata pelajaran SD/mata pelajaran sekolah menengah yang termasuk dalam rumpunnya.
11. Membimbing guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran (di kelas, laboratorium, dan/atau di lapangan) untuk mengembangkan potensi peserta didik pada tiap bidang pengembangan/mata pelajaran SD/mata pelajaran sekolah menengah yang termasuk dalam rumpunnya.
12. Membimbing guru dalam merefleksi hasil-hasil yang dicapai, kekuatan, kelemahan, dan hambatan yang dialami dalam pembelajaran yang telah dilaksanakan.
13. Membantu guru dalam mengelola, merawat, mengembangkan, dan memanfaatkan fasilitas pembelajaran yang berkaitan dengan mata pelajaran SD/mata pelajaran sekolah menengah yang termasuk dalam rumpunnya.

D. Evaluasi Pendidikan
1. Membimbing guru dalam menentukan aspek-aspek yang penting dinilai untuk tiap bidang pengembangan/mata pelajaran yang termasuk dalam rumpunnya.
2. Membimbing guru dalam menentukan kriteria dan indikator keberhasilan pembelajaran tiap bidang pengembangan/mata pelajaran yang termasuk dalam rumpunnya.
3. Menyusun kriteria dan indikator keberhasilan pendidikan pada satuan pendidikan yang menjadi binaannya
4. Menilai kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran pada tiap bidang pengembangan/mata pelajaran yang termasuk dalam rumpunnya.
5. Menilai kemampuan kepala sekolah dalam mengelola satuan pendidikan.
6. Menilai kinerja staf sekolah dalam melaksanakan tugas pokoknya.
7. Menilai kinerja sekolah dan menindaklanjuti hasilnya untuk keperluan akreditasi sekolah.
8. Mengolah dan menganalisis data hasil penilaian kinerja sekolah, kinerja kepala sekolah, kinerja guru, dan kinerja staf sekolah.
9. Memantau pelaksanaan kurikulum, pembelajaran, bimbingan dan hasil belajar siswa serta menganalisisnya untuk perbaikan mutu pendidikan pada sekolah binaannya
10. Membina guru dalam memanfaatkan hasil penilaian untuk kepentingan pendidikan dan pembelajaran tiap bidang pengembangan/mata yang termasuk dalam rumpunnya
11. Memberikan saran kepada kepala sekolah, guru, dan seluruh staf sekolah dalam meningkatkan kinerjanya berdasarkan hasil penilaian.

E. Penelitian dan Pengembangan
1. Menguasai berbagai pendekatan, jenis, dan metode penelitian dalam pendidikan.
2. Menentukan masalah kepengawasan yang penting untuk diteliti baik untuk keperluan tugas pengawasan, pemecahan masalah pendidikan, dan pengembangan profesi.
3. Menyusun proposal penelitian pendidikan baik proposal penelitian kualitatif maupun proposal penelitian kuantitatif.
4. Melaksanakan penelitian pendidikan baik untuk keperluan pemecahan masalah pendidikan, perumusan kebijakan pendidikan maupun untuk pengembangan profesi.
5. Mengolah dan menganalisis data penelitian pendidikan baik data kualitatif maupun data kuantitatif.
6. Memberikan bimbingan kepada guru tentang penelitian tindakan kelas, baik perencanaan maupun pelaksanaannya.
7. Menyusun karya tulis ilmiah (KTI) dalam bidang pendidikan/kepengawasan.
8. Mendiseminasikan hasil-hasil penelitian pada forum kegiatan ilmiah baik lisan maupun tulisan.
9. Membina guru dalam menyusun karya tulis ilmiah dalam bidang pendidikan dan pembelajaran.
10. Membuat artikel ilmiah untuk dimuat pada jurnal.
11. Menulis buku/modul untuk bahan pengawasan.
12. Menyusun pedoman/panduan yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pengawasan.

F. Sosial
1. Menyadari akan pentingnya bekerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka meningkatkan kualitas diri dan profesinya.
2. Menangani berbagai kasus yang terjadi di sekolah atau di masyarakat .
3. Aktif dalam kegiatan organisasi profesi seperti APSI, PGRI, ISPI dan organisasi kemasyarakatan lainnya.

Sumber :

http://www.tendik.org/

Apr
18

Ada beberapa teman yang mengeluhkan karena emailnya dan Facebooknya dibobol seseorang, hal ini cukup membuat resah dan tidak nyaman, apakah murni kelalaian pemilik yang lupa logout saat dikomputer umum di kantor? . kalau kita bahas metode kejahatan komputer ini menarik dan banyak ragamnya, dari sisi manakah seseorang bisa membobol akun email atau facebook? bagi para hacker hal ini pekerjaan yang sangat mudah. biasanya dengan mencuri pasword, lalu bagimana cara mencurinya? wah ini tidak bisa kita bahas disini, karena saya sendiri tidak tahu caranya. selebihnya tidak etis membahas sebuah cara kejahatan secara terbuka, walaupun secara tertutupun yang namanya berbicara tentang kejahatan tidaklah baik. Mari kita gunakan ilmu kita di jalan yang benar dan positif.

Salah satu tindakan jahat adalah para pencipta hotspot gadungan untuk menagkap mangsa. Kejahatan pencurian password kini kian canggih dan biasa memanfaatkan kelalaian pengguna. Terbaru, hal ini dilakukan melalui hotspot.
Makin maraknya hotspot membuat pengguna jahat ‘berlagak’ menjadi suatu hotspot resmi. “Padahal hotspot itu gadungan,” ungkap pengamat TI Abimanyu Wachjoewidajat. Tujuannya, penjahat ingin ‘menangkap’ password orang melalui Access Point, lanjutnya.

Kejahatan hotspot gadungan ini kelak bisa meresahkan karena tindak kejahatan ini bisa dilakukan cukup dengan sekali memasang alat di tempat umum. Kemudian, dalam satu jam, puluhan orang bisa terperangkap.
Efek terburuk yang terjadi, selain hilangnya kepercayaan publik pada ‘hotspot yang benar,’ nama institusi terkait akan tercemar sebagai pencuri data. Untuk itu, berhati-hatilah ketika hendak memakai hotspot umum, peringatnya.

“Jangan mudah percaya pada hotspot yang memberi akses FREE,” tandasnya. Untuk itu, terdapat tools khusus untuk memindai hotspot gadungan tersebut yang terbukti sangat efektif mendeteksi hotspot gadungan.
Tools gratis ini sebaiknya digunakan mereka yang memakai perangkat bersistem operasi (OS) Android. Wifi Analyzer yang tersedia di Android Market ini bisa dimanfaatkan pihak berwajib mengejar hotspot palsu.

Nah mari kita berhati hati dengan perangkat IT kita jangan sampai ATM kita kebobolan juga gara-gara kita teledor.

Apr
18

Saya sering dipusingkan dengan keamaan jaringan nirkabel dikantor, karena kantor saya kebetulan banyak orang awam tentang ICT maka jika terjadi sedikit masalah dengan komputer dan peralatan ICT maka yang menjadi sasaran adalah teknisi. Namun jika teknisi sedang tidak ada di tempat maka siapapun akan menjadi sasaran permintaan tolong ermasuk saya he he he…, menolong sih baik sekali tapi,.. jika kita sendiri sibuk sekali dengan hal sangat penting maka kita akan jengkel juga nah untuk itu kita harus bijak menggunakan sistem yang ada pada jaringan kita, berikut sedikit pengetahuan tentang keamanan jaringan.

Wireless network atau jaringan nirkabel telah memberikan keringanan dari satu kerepotan yang diakibatkan oleh kabel-kabel yang ada. Jaringan nirkabel sering juga digunakan untuk mengakses internet, dan rentan terhadap ancaman keamanan. Pengamanan terhadap jaringan nirkabel seringkali kurang menjadi perhatian serius bagi pengguna sedangkan hal ini sangat penting untuk mencegah orang-orang yang tidak berhak masuk dan memakai jaringan tersebut untuk mengunduh banyak hal. Berikut dasar-dasar tentang cara untuk mengamanakan jaringan nirkabel.

SSID

SSID (Service Set Identifier) adalah nama yang diberikan pada jaringan tertentu. Hal ini diperlukan untuk semua perangkat pada jaringan nirkabel dianjurkan untuk menggunakan SSID yang sama. SSID dari jaringan nirkabel dapat diatur secara manual, atau dapat dihasilkan secara otomatis.

Alasan sebaiknya mengatur SSID secara manual begitu penting yaitu untuk memecahkan sesuatu yang sulit. Router dan perangkat akses umumnya memberikan metodologi untuk mengubah SSID pada saat akses jaringan. Untuk mengubah SSID langkah pertama yang dilakukan adalah log in ke router melalui web browser, kemudian masukan nama pengguna dan password, bila perlu disetel secara default. Setelah akses berhasil maka konfigurasi router jendela akan terbuka. SSID harus dimasukan di sini, dan saluran nirkabel harus dipilih. Untuk mengamankan jaringan nirkabel jangan lupa untuk menonaktifkan broadcast SSID nirkabel sebelum mengklik perubahan.

WEP & WPA Encryptions

Enkripsi merupakan aspek penting dari keamanan jaringan dan membantu melindungi data pengguna. Hampir semua peralatan nirkabel yang dilengkapi dengan WEP (wired equivalent privacy) dan WPA (Wi-Fi Protected Access) berskema enkripsi. Skema enkripsiini dapat diaktifkan atau dinonaktifkan, tergantung pada kebutuhan. WEP adalah skema yang termasuk pada peralatan jaringan nirkabel. Namun sayangnya masih memiliki beberapa kelemahan serius yang menyebabkan pengembangan dari WPA itu sendiri. WPA menyediakan enkripsi data nirkabel yang lebih kuat dibandingkan dengan WEP tetapi membutuhkan konfigurasi semua perangkat agar dapat berfungsi.

Setelah mengaktifkan enkripsi pada routernya, kita harus mengkonfigurasi perangkat jaringan nirkabel lainnya. WPA memberikan keamanan yang lebih baik terhadap para snooper dan hacker. Untuk konfigurasi WEP/WPA pengguna harus log on ke router dan mengaktifkan tab wireless/wireless security. Pengguna dapat membuat pilihan antara WEP atau WPA enkripsi. Pengguna juga dapat memilih antara 64 atau 128 bit enkripsinya. Setelah itu kunci enkripsi dari WEP/WPA harus didapatkan sebelum mengklik perubahan.

Setelah konfigurasi WEP/WPA dan SSID, langkah terakhir adalah memberikan batasan akses pengguna dalam jaringan nirkabel. Untuk ini dapat dilakukan dengan memasukkan alamat MAC dari komputer nirkabel dan pilih “restrict access” selama konfigurasi router. Alamat MAC dari sebuah komputer dapat dilihat dengan mengetik “ipconfig/all”, dalam command prompt.

Langkah-langkah yang disebutkan di atas adalah cara yang sederhana untuk mengamankan jaringan nirkabel. Setelah mengkonfigurasi router pengguna harus mencabutnya dari komputer nirkabel kemudian menginstal software nirkabel dan adapter pada komputer nirkabel. Key enkripsi WEP/WPA harus disimpan dalam catatan yang aman. Setiap kali diminta maka masukan key tersebut.

Nah bagi para teknisi sebaiknya anda pilih metode yang nyaman bagi anda dan nyaman bagi pengguna, andalah yang tahu cara itu adalah anda sendiri. Good Luck.

Apr
06

A. Bentuk Instrumen EDS/M
Instrumen EDS/M terdiri dari 8 (delapan) standar nasional pendidikan yang dijabarkan ke dalam 26 komponen dan 62 indikator. Setiap standar terdiri atas sejumlah komponen yang mengacu pada masing-masing standar nasional pendidikan sebagai dasar bagi sekolah dalam memperoleh informasi kinerjanya yang bersifat kualitatif. Setiap komponen terdiri dari beberapa indikator yang memberikan gambaran lebih menyeluruh dari komponen yang dimaksudkan.
Contoh Instrumen EDS/M

 

B. Bukti Fisik
Bukti fisik yang tersedia digunakan sebagai bahan dasar untuk menggambarkan kondisi sekolah terkait dengan indikator yang dinilai. Untuk itu perlu dimanfaatkan berbagai sumber informasi yang dapat dijadikan sebagai bukti fisik misalnya catatan  kajian, hasil observasi, dan hasil wawancara/konsultasi dengan pemangku kepentingan seperti komite sekolah, orangtua, guru-guru, siswa, dan unsur lain yang terkait.
Informasi kualitatif yang menggambarkan kenyataan dapat berasal dari informasi kuantitatif. Sebagai contoh, Rencana Pelaksanaan Pengajaran (RPP) tidak sekedar merupakan catatan mengenai bagaimana pengajaran dilaksanakan.
Keberadaan dokumen kurikulum bukan satu-satunya bukti bahwa kurikulum telah dilaksanakan. Berbagai jenis bukti fisik dapat digunakan sekolah sebagai bukti tahapan pengembangan tertentu. Selain itu, sekolah perlu juga menunjukkan sumber bukti fisik lainnya yang sesuai. Informasi yang dikumpulkan berdasarkan bukti fisik tersebut dipastikan keakuratanya melalui proses triangulasi.

 

Triangulasi bukti ini menjamin bahwa konsistensi akan terus diperiksa ulang dan bahwa indikator-indikator yang ada dipandang dari berbagai sudut untuk memberikan informasi mengenai apa yang sebenarnya sedang terjadi. Hal ini penting mengingat apa yang dituliskan dalam dokumen tidak selalu merupakan hal yang sebenarnya terjadi. Misalnya, sebuah rencana mengajar tidak selalu dapat merekam bagaimana suatu pelajaran diajarkan, dokumen kurikulum tidak selalu menjadi jaminan bahwa kurikulum disampaikan dengan utuh, dan bahan pelajaran dapat dihitung tetapi bukan berarti bahan tersebut dipergunakan sesuai kepentingannya secara efektif.

Berikut adalah contoh bukti fisik yang dapat disediakan atau digunakan sekolah:

Khusus terhadap proses belajar mengajar, informasi kualitatif dan kuantitatif sebagai hasil dari observasi langsung dilakukan dengan berbagai cara antara lain: (1) mengikuti dalam kelas selama satu hari penuh; (2) mengamati pelajaran; (3) merekam dengan video cara mengajar sendiri; (4) pertukaran kelas antar guru; dan (5) observasi antar sesama guru.
C. Deskripsi Indikator
Kolom ringkasan deskripsi indikator berdasarkan bukti fisik pada instrumen EDS/M diisi uraian singkat yang menjelaskan situasi nyata yang terjadi di sekolah sesuai dengan indikator pada setiap komponen yang mengacu kepada Standar Pelayanan Minimal dan Standar Nasional Pendidikan.
Deskripsi indikator yang menggambarkan kondisi nyata dan spesifik untuk setiap indikator akan memudahkan sekolah dalam menyusun rekomendasi untuk perbaikan maupun peningkatan sekaligus menentukan rencana pengembangan sekolah berdasarkan rekomendasi dan prioritas sekolah.

D. Tahapan Pengembangan
Anggota TPS secara bersama mencermati instrumen EDS/M pada setiap indicator dari setiap komponen dan setiap standar. Dalam pengisian intrumen EDS/M, anggota TPS harus merujuk kepada Peraturan Menteri atau Peraturan Pemerintah yang berkaitan dengan SPM dan SNP. Deskripsi indikator berdasarkan bukti fisik menjadi rujukan bagi anggota TPS untuk menentukan posisi tahapan pengembangan sekolah.
Sekolah kemudian membandingkan deskripsi setiap indikator dengan rubrik yang ada dibawahnya untuk melihat posisi tahapan pencapaian. Sekolah kemudian memilih rubrik yang lebih mendekati atau sama dengan deskripsi sekolah untuk kemudian memberi tanda centang (√) pada tahapan pengembangan yang bersesuaian. Tahapan pengembangan pada setiap indikator menggambarkan keadaan seperti apa kondisi kinerja sekolah pada saat dilakukan penilaian terkait dengan indikator tertentu. Tahapan pengembangan ini memiliki makna sebagai berikut:
1. Tahap ke-1, belum memenuhi SPM. Pada tahap ini, kinerja sekolah mempunyai banyak kelemahan dan membutuhkan banyak perbaikan.
2. Tahap ke-2, memenuhi SPM. Pada tahap ini, terdapat beberapa kekuatan dan kelemahan tetapi masih sangat butuh perbaikan.
3. Tahap ke-3, memenuhi SNP. Pada tahap ini, kinerja sekolah baik, namun masih perlu peningkatan.
4. Tahap ke-4, melampaui SNP. Pada tahap ini, kinerja sekolah sangat baik, melampaui standar yang telah ditetapkan.
Tahapan pengembangan bisa berbeda dalam indikator yang berbeda pula. Hal ini penting sebab sekolah harus menilai kinerja apa adanya. Dalam pelaksanaan EDS/M yang dilakukan setiap tahun, sekolah mempunyai dasar nyata indikator atau komponen atau standar mana yang memerlukan perbaikan secara terus-menerus.

E. Rekomendasi
Setelah menentukan tahapan pengembangan, sekolah kemudian menyusun rekomendasi berdasarkan bukti fisik, deskripsi, dan tahapan pengembangan untuk setiap indikator. Rekomendasi tidak hanya difokuskan pada indikator yang dianggap lemah namun juga disusun untuk setiap indikator yang telah mencapai standar nasional pendidikan. Sehingga rekomendasi ini dapat digolongkan dengan rekomendasi perbaikan/peningkatan dan rekomendasi pengembangan.
Rekomendasi ini kemudian direkap sebagai dasar masukan dalam penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS). Sekolah perlu memastikan bahwa rekomendasi ini sungguh-sungguh berbasis hasil evaluasi diri.

Apr
06

A. Konsep Dasar Evaluasi Diri Sekolah dan Madrasah (EDS/M)
Evaluasi Diri Sekolah dan Madrasah adalah EDS/M adalah proses Evaluasi Diri Sekolah dan Madrasah yang bersifat internal yang melibatkan pemangku kepentingan untuk melihat kinerja sekolah berdasarkan SPM dan SNP yang hasilnya dipakai sebagai dasar Penyusunan RKS dan sebagai masukan bagi perencanaan investasi pendidikan tingkat kab/kota.
Proses Evaluasi Diri Sekolah dan Madrasah merupakan siklus, yang dimulai dengan pembentukan Tim Pengembang Sekolah (TPS), pelatihan penggunaan instrumen, pelaksanaan EDS di sekolah dan penggunaan hasilnya sebagai dasar penyusunan RPS/RKS dan RAPBS/RKAS. Sekolah melakukan proses EDS setiap tahun sekali. EDS/M dilaksanakan oleh Tim Pengembang Sekolah (TPS) yang terdiri atas: Kepala Sekolah, wakil unsur guru, wakil Komite Sekolah, wakil orang tua siswa, dan pengawas.
TPS mengumpulkan bukti dan informasi dari berbagai sumber untuk menilai kinerja sekolah berdasarkan indikator-indikator yang dirumuskan dalam instrumen. Dengan menggunakan Instrumen EDS/M, sekolah dapat mengukur dampak kinerjanya terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik. Sekolah juga dapat memeriksa hasil dan tindak lanjutnya terhadap perbaikan layanan pembelajaran yang diberikan dalam memenuhi kebutuhan pembelajaran peserta didik. Kegiatan ini melibatkan semua pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah untuk memperoleh informasi dan pendapat dari seluruh pemangku kepentingan sekolah.
Khusus untuk pengawas, keterlibatannya dalam TPS berfungsi sebagai fasilitator atau pembimbing bagi sekolah dalam melakukan Evaluasi Diri Sekolah dan Madrasah, terutama memastikan bahwa proses EDS/M yang dilakukan secara benar dan buktibukti fisik sekolah tersedia.
EDS/M bukanlah proses yang birokratis atau mekanis, melainkan suatu proses dinamis yang melibatkan semua pemangku kepentingan dalam sekolah. EDS/M perlu dikaitkan dengan proses perencanaan sekolah dan dipandang sebagai bagian yang penting dalam kinerja siklus pengembangan sekolah. Sebagai kerangka kerja untuk perubahan dan perbaikan, proses ini secara mendasar menjawab 3 (tiga) pertanyaan kunci di bawah ini:
1. Seberapa baikkah kinerja sekolah kita? Hal ini terkait dengan posisi pencapaian kinerja untuk masing-masing indikator SPM dan SNP.
2. Bagaimana kita dapat mengetahui kinerja sekolah? Hal ini terkait dengan bukti apa yang dimiliki sekolah untuk menunjukkan pencapaiannya.
3. Bagaimana kita dapat meningkatkan kinerja? Dalam hal ini sekolah melaporkan dan menindaklanjuti apa yang telah ditemukan sesuai pertanyaan di nomor 2 dan nomor 3 sebelumnya.
Sekolah menjawab ketiga masalah ini setiap tahunnya dengan menggunakan seperangkat indikator kinerja untuk melakukan pengkajian yang obyektif terhadap kinerja mereka berdasarkan SPM dan SNP yang ditetapkan, dan mengumpulkan bukti mengenai kinerja peningkatan mutu pendidikan yang dilakukan.
Informasi tambahan seperti tingkat ketercapaian kinerja sekolah dalam memenuhi kebutuhan semua peserta didiknya dan kapasitas sekolah untuk perbaikan serta dukungan yang dibutuhkan juga dimasukkan di sini. Data dapat juga dikaitkan dengan kebutuhan lokal dan informasi khusus terkait dengan kondisi sekolah.
Informasi kuantitatif seperti tingkat penerimaan siswa baru, hasil ujian, tingkat pengulangan dan lain-lain, beserta informasi kualitatif seperti pendapat dan penilaian profesional dari para pemangku kepentingan di sekolah dikumpulkan guna mendapatkan gambaran secara menyeluruh. Semua informasi ini kemudian dipergunakan sebagai dasar untuk mempersiapkan suatu rencana pengembangan sekolah yang terpadu.
Informasi hasil EDS/M dan Rencana Pengembangan Sekolah ditindaklanjuti Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau Kantor Kemenag sebagai informasi kinerja sekolah terkait pencapaian SPM dan SNP dan sebagai dasar penyusunan perencanaan peningkatan mutu pendidikan pada tingkat kabupaten/kota dan provinsi, bahkan pada tingkat nasional.
B. Keterkaitan EDS/M dengan Penjaminan dan Peningkatan Mutu
EDS/M dikembangkan sejalan dengan sistem penjaminan mutu pendidikan, khususnya yang terkait dengan perencanaan pengembangan sekolah dan manajemen berbasis sekolah. Pelaksanaan EDS/M terkait dengan praktek dan peran kelembagaan yang memang sudah berjalan, seperti manajemen berbasis sekolah, perencanaan pengembangan sekolah, akreditasi sekolah, implementasi SPM dan SNP, peran LPMP/BDK, peran pengawas, serta manajemen pendidikan yang dilakukan oleh pemerintahan provinsi dan kabupaten/kota, dan Rencana Pembangunan Nasional Bidang Pendidikan, Renstra Kemendiknas, dan Renstra Kemenag.
Diagram di bawah ini menggambarkan EDS/M sebagai salah satu komponen sumber data dalam Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan yang mengacu pada Permendiknas No. 63 tahun 2009 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan.

Evaluasi Diri Sekolah dan Madrasah (EDS/M), sebagai komponen penting dalam SPMP, merupakan dasar peningkatan mutu dan penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS). EDS/M juga menjadi sumber informasi kebijakan untuk penyusunan program pengembangan pendidikan kabupaten/kota. Karena itulah EDS/M menjadi bagian yang integral dalam penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan. EDS/M adalah suatu proses yang memberikan tanggung jawab kepada sekolah untuk mengevaluasi kemajuan mereka sendiri dan mendorong sekolah untuk menetapkan prioritas peningkatan mutu sekolah.
Kegiatan EDS/M berbasis sekolah, tetapi proses ini juga mensyaratkan adanya keterlibatan dan dukungan dari orang-orang yang bekerja dalam berbagai tingkatan yang berbeda dalam sistem ini, dan hal ini tentu saja membantu terjaminnya transparansi dan validitasi proses.
EDS/M merupakan komponen penentu yang sangat penting dalam membangun sistem informasi pendidikan nasional terutama dalam memotret kinerja sekolah dalam penerapan SPM dan SNP. Informasi yang terbangun menjadi dasar untuk perencanaan peningkatan mutu berkelanjutan dan pengembangan kebijakan pendidikan pada tingkat kab/kota, provinsi, dan nasional.

C. Strategi Implementasi
Selama berjalannya proses EDS/M, diharapkan dapat dibangun adanya visi yang jelas mengenai apa yang diinginkan oleh para pemangku kepentingan terhadap sekolah mereka. Untuk dapat membangun visi bersama mengenai mutu ini yang harus dilakukan adalah semua pemangku kepentingan harus terlibat dalam proses untuk menyepakati nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang akan ditetapkan. Visi bersama ini yang akan membawa arah pengembangan sekolah ke depan dengan lebih jelas.
Sekolah mengukur dampak dari berbagai kegiatan pentingnya terkait dengan peserta didik dan kegiatan pembelajaran (belajar mengajar); setiap tahun sekolah juga memeriksa hasil dan dampak dari kegiatan belajar mengajar serta bagaimana sekolah dapat memenuhi kebutuhan peserta didiknya. Hal yang sangat penting dalam proses ini adalah sekolah harus mempergunakan evaluasi ini untuk memprioritaskan bidang yang memerlukan peningkatan dan mempersiapkan rencana pengembangan/peningkatan sekolah. Proses ini kemudian menjadi bagian dari siklus pengembangan dan peningkatan yang berkelanjutan.

Dengan melibatkan semua pemangku kepentingan di sekolah (kepala sekolah, guru, peserta didik, orang tua, komite sekolah, anggota masyarakat, dan pengawas sekolah) diharapkan bahwa tujuan dan nilai yang diinginkan dalam proses EDS/M menjadi bagian dari etos kerja sekolah. Penting diingat adalah bahwa informasi yang didapatkan harus dianggap penting dan tidak lagi dianggap sebagai beban atau hanya sekedar sebagai daftar data yang perlu dikumpulkan karena diminta oleh pihak luar. Proses EDS/M harus menjadi suatu refleksi untuk mengubah dan memperbaiki tata kerja, serta akan dianggap berhasil jika dapat membawa sekolah pada peningkatan pelayanan pendidikan dan hasilnya bagi para peserta didik. Kemudian sekolah akan menjadi pelaku utama dalam peningkatan mutu dan memberikan penjaminan terhadap pelayanan pendidikan yang bermutu.
Tahapan-tahapan berikut adalah upaya yang dilaksanakan untuk menunjang keberhasilan pelaksanaan EDS/M, yakni:
1. Persiapan
Sebelum proses ini dapat dimulai, dibutuhkan pelatihan EDS/M secara berkelanjutan. Pelatihan ditujukan untuk mempersiapkan sekolah melaksanakan evaluasi secara transparan, untuk menjamin validitas dan mempergunakan informasi yang dikumpulkan untuk memberikan masukan terhadap perencanaan pengembangan sekolah.
Pelatihan ini dilaksanakan dengan mempergunakan sistem berikut ini:
a. LPMP/BDK dilatih sebagai pelatih bagi pelatih (Trainers of Trainers/ToT).
b. Kepala Seksi Kurikulum, Koordinator Pengawas, beberapa Pengawas dilatih oleh LPMP/BDK.
c. Koordinator Pengawas dan pengawas sekolah terpilih melatih Tim TPS/EDS/M dalam gugus sekolah.
2. Melaksanakan Proses Evaluasi Diri Sekolah dan Madrasah
Setelah pelaksanaan pelatihan, kepala sekolah dengan dukungan pengawas sekolah pembina melaksanakan EDS/M bersama Tim TPS yang terdiri dari perwakilan guru, komite sekolah, orang tua, Pengawas dan perwakilan lain dari kelompok masyarakat yang memang dipandang layak untuk diikutsertakan.
Tim ini akan mempergunakan instrumen yang disediakan untuk menetapkan profil kinerja sekolah berdasarkan indikator pencapaian. Informasi yang didapatkan kemudian dianalisa dan dipergunakan oleh TPS untuk mengidentifikasi kelebihan dan bidang perbaikan yang dibutuhkan, serta merencanakan program tahunan sekolah. Pengawas sekolah Pembina harus dilibatkan secara penuh untuk mendukung sekolah dalam proses tersebut, serta dalam mengimplementasikan rencana perbaikan yang dikembangkan berdasarkan hasil dari proses ini.
Keterlibatan pengawas sekolah juga akan mendorong terciptanya transparansi dan keandalan data yang dikumpulkan, serta membantu sekolah untuk melangkah maju dalam program perbaikan berkelanjutan. Pengawas sekolah dan kepala sekolah akan menjadi pemain inti dalam pelibatan pemangku kepentingan untuk mendapatkan gambaran yang realistis mengenai sekolah dalam melakukan perbaikan, dan bukan hanya sekedar mengisi data yang menunjukkan pencapaian standar.
Instrumen EDS/M didasarkan pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang memberikan dua tujuan untuk menyediakan informasi bagi rencana pengembangan sekolah, seiring dengan pemutakhiran sistem manajemen informasi pendidikan nasional. Bidang dan pertanyaan inti yang disediakan dalam instrumen tersebut merefleksikan aspek-aspek yang penting bagi sekolah yang diperlukan untuk merencanakan perbaikan sekolah. Karena itulah maka perlu diantisipasi agar sekolah dapat melakukan proses ini dengan benar dan tidak memandangnya sekedar sebagai kegiatan pengisian formulir. Penting untuk ditekankan disini adalah sekolah harus mendeskripsikan situasi nyata yang ada di sekolah mereka dan kemudian, saat proses ini diulang, mereka harus mampu menunjukkan adanya perbaikan seiring dengan waktu yang berjalan.

Sumber Panduan teknis EDS/M Kementrian Pendidikan Nasional.

Apr
05

Sebuah program aplikasi terkenal dunia terjadi Error…. itu sudah biasa kan, programer juga manusia,  kesalahan program adalah biasa, kita sebagai pengguna harus bijak dalam menggunakannya.

Microssoft Office 2007  khususnya excel 2007   bisa salah hitung  Hati‐hati Ms. Excel 2007 Salah Dalam Melakukan Perhitungan Perkalian dan Pembagian pada angka tertentu.

“ Mungkin ini sebuah bugs yang terjadi di Ms. Excel 2007, atau bisa jadi para programmer pembuat Ms. Excel sedang kurang konsentrasi akibatnya Fatal dalam hitungan angka !!!!” Tak ada gading yang tak retak, begitu kata pepatah di Indonesia. berikut kesalahan yang terjadi pada excel 2007.

Excel 2007.

Hati‐hati menggunakan aplikasi perkantoran yang satu ini, ada beberapa angka yang salah jika dikalikan atau dibagi, hasilnya sangat berbeda jika dihitung menggunakan calculator, ataupun office 2003 dan 2010,  Mari kita buktikan sekarang :
1. Buka aplikasi Ms. Excel 2007
2. Tulis angka berikut ini : 154.2
3. Tulis angka selanjutnya yaitu : 1700
4. Kalikan angka 154.2 dengan 1700 maka didapat hasil 262140

Gambar diatas menggunakan rumus =A1*B1
5. Kemudian hasilnya yaitu 262140 bagi dengan angka 4 maka didapat hasil 100000

kolom E pada gambar diatas menggunakan rumus =C1/D1    atau boleh juga dengan =C1/4

Disinilah letaknya bugs Ms. Excel 2007 ,  seharusnya hasilnya bukan 100000 tetapi 65535, mungkin para programmer pembuat Ms. Excel sedang kurang konsentrasi atau kecapean kali ya…
Selanjutnya saya membuktikan hitungan dengan Excel 2007 diatas dengan menggunakan yang lebih baru yaitu  excel 2010 dan yang lebih lama atau pendahulunya yaitu excel 2003 dengan langkah langkah seperti diatas berikut hasilnya:

Excel 2010.

Hitungan :

hasilnya :

Berikut hitungan dengan MS Excel 2003 sang pendahulu :

Hitungan :

hasilnya :

Nah paparan diatas adalah uji coba pada angka tertentu, untuk angka-angka  yang lain penulis sudah coba tidak ada masalah, namun demikian perlulah kita berhati hati dalam menggunakan aplikasi perkantoran ini, kesalahan program adalah biasa, kita sebagai pengguna harus bijak dalam menggunakannya. mau melanjutkan aplikasi perkantoran yang mana? open office atau tetap di microsoft itu adalah hak anda pilihlah yang terbaik untuk anda. Selamat bekerja.

Regard

Didik Duro

Mar
29

Bagi seorang manager menerapkan 5 R adalah kewajiban, sangat penting dan tidak bisa dilewatkan, atau organisasi anda tidak akan berjalan seperti yang anda harapkan.
5R adalah awal dari sesuatu yang sehat, nyaman dan kehidupan produktif setiap orang dalam bekerja. Ini mendasar dalam peningkatan produktivitas.
5R Adalah akronim dari lima kata-kata Jepang yang terdiri dari Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu and Shitsuke (5S).

Istilah lain dari 5 R adalah :
Pemilahan, Penataan, Pembersihan, Pemantapan, dan Pembiasaan (5P)
Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin (5R) => selanjutnya menjadi istilah kita disini.
Clear-out, Configure, Clean, Conform, dan Custom (5C)
Sort, Set In Order, Shine, Standardize, Sustain (5S)

5R adalah program peningkatan produktivitas yang sangat populer di Jepang. Dan menjadi populer di banyak negara dengan alasan-alasan sebagai berikut :
– Tempat kerja menjadi bersih dan terorganisasi dengan baik.
– Hasil-hasilnya terlihat oleh semua orang – baik internal maupun eksternal.
– Dengan hasil yang kelihatan itu meningkatkan peluang-peluang perbaikan dan ide-ide baru.
– Orang-orang secara alamiah menjadi disiplin.
– Kegiatan operasional di lapangan dan kantor menjadi lebih mudah dan aman.
– Orang-orang bangga terhadap tempat kerja yang bersih dan terorganisasi.
– Sebagai hasil dari penampilan perusahaan yang baik akan memberikan tambahan bisnis baru.

Sasaran Penerapan 5 R
• Mewujudkan tempat kerja yang nyaman dan pekerjaan yang menyenangkan.
• Melatih manusia pekerja yang mampu mandiri mengelola pekerjaannya.
• Mewujudkan perusahaan bercitra positif di mata pelanggan tercermin dari kondisi tempat kerja.

Dampak penerapan 5 R
• Zero (meminimumkan potensi terjadinya) :
~ Accident (kecelakaan kerja)
~ Breakdown (gangguan kerusakan)
~ Crisis (krisis)
~ Defect (cacat atau salah kerja)
• Manusia yang bersemangat kerja
• Organisasi yang siap mengikuti perubahan sesuai arahan strategi pimpinan

Asal Terminologi 5R
5R adalah sekumpulan dari lima kata-kata Jepang. Setiap kata dimulai dengan “se” atau “shi”.
Mereka adalah Se-i-ri (Ringkas),
Se-i-to-n (Rapi),
Se-i-so (Resik),
Se-i-ke-tsu (Rawat), dan
Shi-tsu-ke (Rajin).

Definisi dari Ringkas
Ringkas (Seiri) adalah menyortir dan memilah barang-barang yang tidak perlu di tempat kerja.

Kata Kunci “RINGKAS”
MEMISAHKAN : Barang-barang secara jelas kedalam yang perlu dan tidak perlu
MEMBUANG : Yang tidak perlu dan MENYIMPAN yang perlu sesuai dengan tingkat kepentingannya
Beberapa Manfaat RINGKAS
• Ruang dapat dimanfaatkan secara lebih efektif
• Mencegah barang-barang dari karat dan kerusakan lain
• Mengurangi pemborosan waktu untuk mencari barang yang diperlukan
• Menurunkan jumlah sediaan
• Menurunkan jumlah barang yang tidak diperlukan
• Menurunkan waktu pemeliharaan
• Mengatasi situasi bahaya
• BIAYA ↓ – EFESIENSI ↑ – PRODUKTIVITAS ↑ – KESELAMATAN LEBIH TERJAMIN

Hal-hal Penting Mengenai RINGKAS
APA yang akan dipilah
MENGAPA pemilahan perlu dilakukan, menetapkan sasaran pemilahan
DIMANA pemilahan akan dilakukan, dimana barang-barang hasil pemilahan akan disimpan
BAGAIMANA pemilahan akan dilakukan, tetapkan metoda yang akan digunakan
KAPAN pemilahan akan dilakukan
SIAPA yang akan melakukan pemilahan
Pastikan bahwa pemilahan yang dilakukan berkaitan dengan ke 4R lainnya

Masalah akibat tidak ada RINGKAS
• Tempat kerja terasa semakin penuh dan sempit sehingga sulit bekerja, karena sediaan dan mesin yang tidak diperlukan terakumulasi dan memakan tempat
• Ruang-ruang berharga di tempat kerja diambil alih oleh barang-barang yang tak diperlukan sehingga ruang-ruang tersebut tidak dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif (yang memberi nilai tambah)
• Orang harus berjalan dan bekerja melewati penghalang-penghalang berupa barang atau mesin yang tidak diperlukan sehingga membuang gerakan tak produktif
• Barang dan alat tersimpan tercampur baur, menyebabkan diperlukan lebih banyak waktu untuk mencari barang dan alat yang diperlukan
• Persediaan dan mesin yang tidak diperlukan merupakan biaya yang mengurangi keuntungan (laba)
• Persediaan yang berlebihan akan aus atau rusak dimakan usia, akhirnya tidak dapat dimanfaatkan juga
• Perubahan rancangan produksi akan menyebabkan persediaan yang berlebih menjadi usang. Bila kelebihan persediaan ini dipaksakan untuk tetap dipakai, maka perusahaan akan menurun fleksibilitas dan daya saingnya
• Kelebihan persediaan cenderung menutupi persoalan-persoalan lain
• Persedian yang berlebihan menyebabkan pemborosan dana dan lebih banyak menajemen persediaan
• Barang yang tidak diperlukan pun harus diperhitungkan ketika memeriksa persediaan, hal ini merupakan pekerjaan tambahan
• Barang dan alat yang tidak diperlukan merupakan hambatan untuk merancang ulang tata letak sehingga mempersulit peningkatan arus proses
• Lemari dan rak yang terus ditambah akan membentuk dinding diantara karyawan dalam satu tempat kerja sehingga ruangan terasa tidak nyaman dan komunikasi terbatas
• Laporan yang tidak tersusun dengan baik akan sulit dimengerti
• Terlalu banyak memberikan informasi dan bahan di rapat akan mengurangi kecepatan pengambilan keputusan dan menyebabkan kebingungan pada peserta rapat
• Sediaan dan dokumentasi yang berlebihan dan tersesak tak beraturan memberi kesan tidak rapat dan memudahkan hilangnya informasi rahasia

Definisi dari Rapi
Rapi (Seiton) adalah pengaturan barang-barang yang diperlukan sesuai dengan susunannya sehingga lebih mudah untuk dipilih dan dipergunakan

Kata Kunci “RAPI”

MENEMPATKAN Sarana kerja sedemikan rupa, sehingga dapat digunakan dengan mudah

Beberapa Manfaat RAPI

• Di tempat kerja, RAPI sangat diperhatikan karena dipandang sebagai kegiatan yang manfaatnya besar dan jelas. Sebaliknya, penataan sering terabaikan, karena dianggap kurang memberikan manfaat besar. Tetapi, tanpa adanya penataan, hasil kerja akan menjadi kurang maksimal
• Contoh: Dalam persiapan membuat kue, bahan-bahan yang diperlukan sudah disiapkan, demikian pula peralatan memasaknya. Dengan penataan yang baik di dekat tempat memasak, bila diperlukan, kita tahu persis dimana diletakkan dan mudah menjangkaunya

Langkah-langkah RAPI
• Melakukan persiapan di luar waktu operasi yang sesungguhnya
• Mengelompokkan peralatan yang dibutuhkan untuk satu kegiatan dalam satu perangkat
• Menerapkan operasi paralel dimana sekelompok karyawan melakukan kegiatan penyiapan secara serempak
• Mengubah sistem pembagian tugas supaya lebih merata dan mengatasi kemungkinan bottleneck (pekerjaan terhambat karena adanya penumpukan di satu orang atau unit kerja)
• Teliti kembali seluruh kegiatan untuk menggali peluang meringkas, menggabungkan, mengubah urutan, serta menyederhanakan proses

Masalah bila tidak ada RAPI
• Hanya penanggung jawab penyimpanan yang tahu (persis?) dimana barang atau alat yang dicari berada
• Hanya penanggung jawab penggantian alat yang tahu (persis?) dimana barang dan alat yang dibutuhkan berada
• Tidak ada yang tahu persis dimana alat-alat yang kemarin atau tadi pagi dipakai
• Seseorang akhirnya menemukan obeng yang dicari-cari, berada di bawah lemari
• Petugas yang disuruh mengambilkan kereta dorong, tidak dapat menemukannya
• Ada yang tahu diameter mold ini?
• Tidak ada seorangpun bisa menemukan kunci lemari yang berisi peralatan yang dibutuhkan ► lemari terkunci
• Dokumen yang dibutuhkan sulit dicari atau hilang
• Akhirnya diputuskan untuk membuat template/cetakan baru, karena yang lama hilang
• Laci penuh oleh pensil, ballpoint, setiap, dan lain-lain (apakah ballpoint masih bisa dipakai?)
• Sapu dan alat kebersihan lain disandarkan di dinding atau mesin atau diletakkan di sudut-sudut tersembunyi

Kunci sukses RAPI
APA? Identifikasi barang/benda
• Penentuan cara menyimpan
• Penentuan tempat menyimpan
DIMANA? Menunjukkan tempat
• Penentuan tempat
BERAPA BANYAK? Menunjukkan jumlah (minimum – maksimum)
• Penentuan cara menyimpan
• Penentuan tempat penyimpanan

Prosedur dasar RAPI
• Memahami kondisi saat ini
• Menganalisis kondisi saat ini
• Menentukan tempat penyimpanan
• Menentukan cara menyimpan barang
• Menentukan prosedur simpan-pinjam barang
• Ajarkan setiap orang cara dan prosedur simpan-pinjam barang
• Ajarkan bahwa setiap orang wajib mentaati aturan simpan-pinjam barang

Definisi dari Resik
Resik (Seiso) adalah membersihkan tempat kerja sehingga tidak ada debu di lantai, mesin dan peralatan-peralatannya.

Kata Kunci “RESIK”
” MENGEMBALIKAN” Barang dan tempat kerja yang telah dimanfaatkan selama bekerja ke kondisi semula

Manfaat RESIK
• Suasana resik akan tercipta apabila aktifitas pembersihan dilakukan dengan benar, dan selalu ada manfaat berarti yang diakibatkannya.
• Contoh: pembersihan di fasilitas mekanik, berarti membersihkan dari sampah dan debu, memeriksa dan menyentuh fasilitas tersebut dari atas sampai bawah, sehingga kerusakan yang tersembunyi dan kerusakan kecil seperti peralatan yang kendur, bocor, suara tidak normal dan lain-lain, dapat ditemukan dan dibetulkan sebelum kerusakan menjadi besar.
Langkah menuju Resik
• Perlu sarana kebersihan di tempat kerja
• Perlu dilakukan kegiatan pembersihan
• Perlu dilakukan peremajaan tempat kerja
• Perlu melestarikan pembersihan

Sasaran Resik
• Meniadakan percepatan menurunnya kinerja fasilitas kerja yang disebabkan oleh kotoran, debu, dan ketidaknormalan
• Menemukan dan memperbaiki kerusakan kecil di fasilitas kerja
• Memudahkan inspeksi dan servis
• Memupuk rasa memiliki karyawan atas fasilitas kerja

Definisi dari Rawat
Rawat (Seiketsu) adalah memelihara tempat kerja sehingga menjadi produktif dan nyaman dengan melakukan Ringkas-Rapi-Resik secara berulang.

Kata Kunci RAWAT
“MEMILIKI” Elemen-elemen produksi yaitu : Manusia, Material, Mesin dan Lingkungan kerja didalam kondisi bersih
“STANDARDISASI” Tetapkan jadwal dan metode pemilahan dan pembersihan
“MENJAGA” Secara terus menerus agar tetap bersih

Manfaat RAWAT
Aktivitas Rawat melibatkan pembuatan label-label dan petunjuk tentang kondisi operasi yang dipahami oleh semua orang. Dengan adanya petunjuk-petunjuk yang mudah dipahami, maka setiap orang di tempat kerja (bengkel maupun kantor) akan mengerti apakah suatu mesin, misalnya, berfungsi dengan baik atau tidak.
Langkah-langkah RAWAT
• Kumpulkan peralatan
• Bersihkan peralatan dari kotoran
• Periksa kebersihan peralatan
• Periksa apakah peralatan masih bekerja dengan baik
• Lakukan servis kecil peralatan kalau perlu
• Simpan peralatan


Definisi dari Rajin

Rajin (Shitsuke) adalah melatih orang-orang untuk mengikuti kebiasaan kerja yang baik dan observasi terhadap peraturan di tempat kerja.

Manfaat RAJIN
• Rajin adalah hasil dari pembiasaan, pembiasaan ditujukan agar ke 4 R lainnya betul-betul diterapkan tanpa menjadi kendor, maka manfaat yang diberikan oleh pembiasaan adalah menjaga agar manfaat-manfaat dari ke-4 R lainnya tetap terpelihara

Berikut ada tiga jenis Tempat Kerja
Kelas 3:
• Orang-orang yang mengotori dan tidak ada yang membersihkan.
Kelas 2:
• Orang-orang yang mengotori dan kelompok orang yang lain melakukan pembersihan.
Kelas 1:
• Orang-orang yang tidak mengotori dan tidak ada juga yang membersihkan
Nah dimanakah kelas kelompok kerja anda?
Jangan sampai anda mengalami seperti pesan gambar dibawah ini…

Best Regard
didik duro.

Mar
25

Saat kita mempelajari teknologi, jelas orientasi kita adalah logika, algoritma dan hasil yang nyata bisa dimanfaatkan untuk membantu atau mempermudah pekerjaan lain. Logika bermakna bahwa semua yang menjadi komponen teknologi adalah masuk akal dan dapat dinalar, bukan tebak tebakan apalagi ghaib. Algoritma bermakna alur yang digunakan untuk menciptakan hasil teknologi berdasarkan logika yang bisa dinlar dan dipahami secara jelas dan lugas. Bagi yang berkecimpung dalam teknologi takkan pernah banyak bicara dan alasan untuk mengatakan bahwa hasil ciptaannya baik atau buruk, yang menilai adalah pemakai atau user. Biasanya orang berlatar belakang teknologi selalu berpikir kritis analitik dan mempertimbangkan keselarasan input proses dan output yang dicapai. Teknologi tidak bisa dibohongi dan juga tidak bisa berbohong. Pernahkan anda mngetahui sebuah komputer dapat berbohong? mungkin pernah, hal itu karena si Programer membuat si komputer supaya berbohong kepada user, Padahal si programer sendiri tidak pernah bisa membohongi atau berbohong pada komputer, jadi yang bisa dibohongi dan bisa berbohong itu hanya manusia, tidak dengan hasil karyanya yang berbasis teknologi. Jangan banyak bicara banyaklah bekerja yang hasilnya bermanfaat bagi orang banyak begitu pesan moral dibalik pesatnya perkembangan teknologi.
Kalau hasil karya teknologi tidak bisa berbohong bagaimana dengan manusia? ada beberapa tipe pembohong dan bagaimana mengetahuinya, slahkan simak tulisan ini:

1. Pembohong Sesekali

Kita semua pasti pernah melakukan kebohongan selama hidup. Pembohong sesekali tidak biasa berbohong, hanya karena beberapa alasan mereka melakukannya, mungkin karena ingin melindungi dirinya, temannya, orang yang ia cintai atau seseorang yang lain. Perlu diketahui bahwa di balik setiap kebohongan selalu ada ketakutan. Ketakutan untuk menghadapi suatu kenyataan. Pembohong sesekali memikirkan betul-betul apa yang akan diucapkannya sehingga tampak masuk akal. Tetapi karena mereka tidak biasa berbohong, bahasa tubuhnya tetap memperlihatkan banyak tanda/sinyal yang menunjukkan bahwa mereka sedang berbohong. Sehingga tidak terlalu sulit mengidentifikasi tipe pembohong seperti ini.

2. Pembohong Berkali-kali

Pembohong berkali-kali adalah orang-orang yang berbohong ‘dengan teratur’. Tidak seperti pembohong sesekali, pembohong berkali-kali tidak mempunyai waktu untuk berpikir tentang kebohongan karena mereka berbohong sepanjang hidupnya. Tetapi mereka sebetulnya menyadari bahwa mereka berbohong. Orang-orang ini sering terjebak dengan tindakan yang mereka lakukan yang tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan.

3. Pembohong Alami

Pembohong alami adalah orang-orang yang berbohong secara terus menerus dan seringkali mereka tidak menyadari bahwa mereka sedang berbohong. Bahasa tubuh mereka pun terlihat sangat alami, karena terbiasa berbohong. Namun ketika mereka ditekan dengan pertanyaan-pertanyaan yang menyudutkan, bahasa tubuhnya memperlihatkan adanya kontradiksi yang mengidentifikasikan bahwa mereka sedang menyembunyikan sesuatu. Tipe pembohong alami agak mirip dengan pembohong berkali-kali. Mungkin anda pernah mendengar istilah ’sok tahu’, ya ini adalah salah satu contoh tipe pembohong alami.

4. Pembohong Profesional

Jenis pembohong ini berbohong untuk suatu tujuan tertentu atau sengaja ingin mengelabui kita. Mereka mempelajari segala kemungkinan dan mengetahui persis apa yang ingin mereka ucapkan. Mereka membuat skenario, memperhitungkan resiko kegagalan dan membuat rencana-rencana cadangan. Meskipun mereka terlatih untuk menggunakan bahasa tubuhnya, tetapi selalu ada ada hal kecil yang terlewatkan oleh mereka. Kita dapat mengetahui hal-hal kecil tersebut dengan sering mengamati tentu saja. Salah satu contoh tipe pembohong seperti ini adalah salesman, mohon maaf sebelumnya yang saya maksudkan disini adalah salesman yang terlalu berlebihan mempromosikan suatu produk padahal produknya sendiri mempunyai kualitas yang sangat rendah. Contoh yang lain adalah para politikus yang korup, mereka sengaja mengelabui publik untuk kepentingan pribadi.

Bagaimana anda dapat mengetahui bahwa seseorang sedang berbohong?

1. Posisi tubuh dapat menjadi bukti yang menunjukkan bahwa seseorang sedang berbohong, karena disadari ataupun tidak disadari ada hubungan yang kuat antara pikiran dan ekspresi.

2. Nafas yang tiba-tiba. Dalam setiap kebohongan, detak jantung akan meningkat dan nafas akan menjadi dangkal/cepat. Biasanya pembohong akan mengambil nafas dalam-dalam untuk menenangkan perasaannya. Cara ini juga yang diterapkan oleh mesin pendeteksi kebohongan, yaitu dengan mengukur detak jantung orang yang sedang diinterogasi/diwawancara.

3. Kegelisahan di bagian-bagian tubuh. Hal ini dapat terlihat dengan berbagai cara, tergantung dari orangnya. Gerakan yang gugup akan menarik perhatian kita terutama dapat kita rasakan ketika kita berbicara dengan seseorang yang kita kenal dan orang tersebut melakukan gerakan yang tidak seperti biasanya. Berikut adalah contoh kegelisahan di bagian-bagian tubuh :
- Gerakan tubuh yang maju-mundur, apakah dalam posisi duduk maupun berdiri.

- Posisi yang tiba-tiba berubah. Sebagai contoh, lawan bicara kita sedang menyilangkan salah satu kakinya diatas kaki yang lain, dan ketika mulai menjawab pertanyaan kita, dia merubah posisi kakinya. Orang yang berbohong, sekalipun dia seorang profesional, akan merasakan ketidaknyamanan ketika dia berbohong. Tubuh akan selalu menyesuaikan perasaan kita tanpa kita sadari, jadi posisi yang tiba-tiba berubah ini adalah sinyal yang baik yang menunjukkan bahwa seseorang sedang berbohong.

- Gerakan-gerakan yang tidak disadari dari tangan dan kaki. Sebagai contoh: menggoyangkan kaki, menggoyangkan tangan diatas meja, kedua tangan direkatkan kuat-kuat, kedua paha saling menekan bersama-sama. Jika lawan bicara kita sedang dalam posisi duduk dan kemudian ia merubah arah telapak kaki ke arah yang lain, itu juga merupakan tanda bahwa orang tersebut sedang berbohong.

- Senyuman yang palsu. Senyuman identik dengan keakraban dan kepercayaan, dan para pembohong seringkali menyalahgunakannya. Jadi bagaimana membedakan senyuman pembohong? Para pembohong biasanya akan tersenyum cukup sering dan tiba-tiba, yang sebetulnya tidak pada tempatnya dia harus tersenyum.

- Terlalu banyak aksi-aksi ’sok akrab’, seperti : menepuk punggung anda, menyentuh anda ataupun mendekatkan posisinya pada anda. Lawan bicara anda akan merasa kikuk ketika berbohong sehingga mereka akan menyembunyikan kekikukannya dengan melakukan tindakan-tindakan tersebut. Akan sangat sulit memutuskan bahwa seseorang sedang berbohong jika dia melakukan tindakan-tindakan yang bersahabat seperti itu. Ini adalah respon manusia yang alamiah. Tetapi tetap perlu diingat, bahwa jika anda merasa bahwa keakraban dari lawan bicara anda sudah berlebihan, berhati-hatilah.


Pastikan anda tidak menggunakan teknologi untuk kebohongan yang akan menjadi kejahatan teknologi.

Mar
24

Sibukanlah dirimu dengan hal yang membuat bangsa ini maju dari karyamu, jangan sibuk mengurusi moral orang lain jika belum bisa membenahi moral sendiri, apalagi sibuk menghitung-hitung rejeki orang lain karena hal itu akan menutup jalan rejekimu sendiri. Rejeki dari tuhan adalah rahasia dan takkan pernah mampu manusia menghitungnya. Kesehatan jiwa dan raga adalah rejeki paling utama, harta hanya pendampingnya.

Sosok yang melakukan sedekah pada dasarnya adalah orang yang memiliki rejeki lebih daripada orang lain. Dengan memiliki perasaan demikian dan hati nurani (qalbu) yang mau berbagi dengan sesama, banyak yang meyakini akan menggerakkan potensi diri. Bila hari ini seseorang hanya mampu bersedekah satu rupiah, maka ia akan berusaha agar esok hari mampu bersedekah dua rupiah.

Karena impuls yang kuat agar mampu bersedekah lebih banyak dari hari kemarin, sudah pasti orang tersebut ingin bekerja lebih baik daripada hari ini. Jika ia seorang pegawai negeri yang gaji per bulan jumlahnya terukur, tentu mulai berpikir bekerja sambilan bersama istri atau anak-anaknya. Berulangnya perbuatan seperti itu setiap hari, tentu akan menjadi kebiasaan hidup yang pada gilirannya berubah sebagai karakter atau watak. Bayangkan, seseorang memiliki watak suka bersedekah!

Maka, andai sepertiga saja dari seluruh warga bangsa ini memiliki watak demikian, maka di Republik ini sudah mulai sulit mencari orang/anak yang kekurangan gizi. Antar-tokoh agama beserta umatnya bersatu padu, bergerak menggalang sedekah dan mendistribusikannya kepada siapa saja yang berhak, tanpa diskriminasi yang berbasis sara. Lambat laun, kemiskinan teratasi, dan tentu saja kebodohan bakal tertangani pula.

Utamakan halal

Oleh karena termotivasi niatan bersedekah, sebagai wujud iman yang dilahirkan dalam amal keshalehan, tentu orang bersedekah akan menyerahkan uang yang halal. Batiniahnya pasti memberontak bila rejeki yang akan diamalkannya itu adalah hasil pekerjaan/perbuatan tidak baik, atau perbuatan haram. Sorot mata orang yang mengenalnya, meski tak menuduhnya telah bersedekah dengan uang haram, seolah telah menuduh dirinya bersedekah dengan uang haram.

Dengan demikian, keberadaan watak bersedekah secara tak langsung akan mendidik individu untuk bertindak jujur sekaligus menyukai harta yang halal. Dan, bila seluruh kebutuhan hidup, termasuk makanan dan minuman yang disuguhkan dalam rumah tangga itu adalah rejeki halal, pasti perlindungan dan keberkahan Allah senantiasa menyelimutinya. Anak-anak mereka, insyaAllah, akan menjadi keturunan yang shaleh atau shalehah sekaligus bermanfaat bagi agama, keluarga, nusa dan bangsanya.

Mari galakkan bersedekah! Hitung berapa sedekahmu hari ini, dan jangan hitung berapa rejekimu hari ini. Mudah-mudahan korupsi dan perilaku bobrok lainnya di negeri tercinta ini bakal semakin terkikis habis. Semakin banyak orang yang berwatak suka bersedekah, Penulis yakin tidak akan menambah jumlah penduduk miskin, tapi sebaliknya justru bakal meningkatkan taraf kehidupan masyarakat. Sebab setiap orang semakin berusaha untuk mendapatkan rejeki halal lebih besar pada hari ini, agar dapat bersedekah lebih banyak esok hari.

Sedekah Senyummu

Lalu, bagaimana kalau hari ini aku tak mampu bersedekah? Salah satu nasihat Rasulullah Muhammad Saw: Senyummu kepada saudaramu/sesamamu, adalah sedekahmu. Jelaslah, andai Allah pada hari ini kita belum mencukupi untuk mampu bersedekah harta/uang, maka bersedekahlah dengan perbuatan atau perilaku yang baik antar-sesama. Dan, esok hari, bila belum berkemampuan pula, berperilakulah yang lebih baik daripada hari kemarin. Rejeki Allah itu diberikan kepada hambanya tanpa batas, dan datangnya pun tiada disangka-sangka.

Berarti, ketika Allah sudah berkenan mencukupi kita, saatnya kita bersedekah harta/uang beserta perilaku yang baik. Melakukan sedekah memang wajib diikuti tutur kata dan sikap yang baik. Sebab berapa pun besarannya sedekah, tidak memiliki kebaikan sama sekali tanpa disertai perkataan dan perilaku baik. Bahkan seseorang yang tak mampu berkata baik, lebih baik diam. Sehingga sering orang mengatakan, diam itu emas (jika untuk menghindari berkata buruk).

Mengapa lebih baik menghitung-hitung berapa sedekah kita daripada menghiung rejeki kita? Setidaknya ada 2 (dua) alasan.
Pertama, sedekah itu adalah urusan atau bahkan kewajiban manusia yang beriman. Sebagai bagian dari tindak keshalehan, sedekah tetap hak manusia di hadapan Allah di akhirat kelak. Jasad fisik berupa daging tubuh ini, setelah mengalami kematian, menjadi hak ulat/belatung yang bakal menggerogotinya hingga tinggal tulang-belulang. Sedangkan ruh, pasca dijemput malaikat maut, menjadi hak atau dalam kuasa Allah kembali.
Kedua, rejeki sepenuhnya merupakan hak Allah. Seberapa hebat manusia mengais rejeki, dipastikan rejeki itu bakal hilang. Sekali lagi, Rasulullah Muhammad Saw menasihati: (Hakikat) rejeki manusia itu ada 3 (tiga). Pertama, apa yang kamu makan atau dipakai, lalu habis atau rusak karena tidak dapat dipakai lagi. Kedua, apa yang kamu sedekahnya, hingga menjadi tabunganmu di akhirat kelak, dan ketiga, yaitu sisanya setelah dikurangi keduanya kalau tidak hilang, tentu dimiliki orang lain (menjadi harta warisan) yang ditinggalkan.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: