Professional With an Attitude
Isi kantong sangat penting tapi isi hati dan isi otak lebih penting

POTENSI ICT SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN PKn DAN IPS

Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT – Information and communications technology) telah mengubah wajah pendidikan. Dua faktor penting yang menyebabkannya ialah pertama, ICT sedang mengubah sifat alami pekerjaan dan tempat kerja. Untuk itu, sistem pendidikan harus bereaksi serta menyesuaikan diri terhadap perubahan ini. Secara umum dapat dikatakan bahwa ICT akan dan sedang mengubah objektif dunia pendidikan. Kedua, ICT menyediakan pendidik dengan peralatan baru yang handal untuk meningkatkan peluang pembelajaran bagi siswa dan peluang pengembangan profesi bagi pendidik, sehingga ICT juga mengubah metodologi untuk penyampaian layanan pendidikan.
Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kewarganegaraan sebagai pelajaran yang sangat penting memerlukan inovasi dalam strategi pembelajaran. Potensi yang dimiliki ICT dapat meningkatkan pembelajaran PKn dan IPS sehingga menjadikannya mudah dipahami dan menyenangkan dalam mempelajarinya.
A. PEMANFAATAN ICT DI PPPPTK PKn dan IPS
ICT adalah teknologi yang menggabungkan komputer dengan jalur komunikasi yang membawa data, suara dan video. Pada pengertian di atas terdapat dua komponen utama dalam teknologi informasi, yaitu teknologi komputer dan teknologi komunikasi. Teknologi komputer adalah teknologi yang berhubungan dengan komputer, termasuk peralatan-peralatan yang berhubungan dengan komputer. Sedangkan teknologi komunikasi adalah teknologi yang berhubungan dengan komunikasi jarak jauh.
Perkembangan ICT yang sangat pesat merupakan potensi untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Internet sebagai anak kandung dari ICT menyimpan informasi tentang segala hal yang tak terbatas, yang dapat digali untuk kepentingan pengembangan pendidikan. Dengan internet belajar tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu. Pemanfaatan ICT untuk pendidikan secara garis besar meliputi:
a. Manajemen Sistem Informasi (SIM);
b. e-learning;
c. Media pembelajaran;
d. Life skill;
e. e-library.
f. Teleconference

1. ICT untuk Manajemen Sistem Informasi Pendidikan.
Sistem Informasi Manajemen (SIM) adalah sebuah sistem informasi keorganisasian yang mendukung bukan hanya operasi tetapi juga mendukung proses-proses manajemen. SIM yang baik sangat membantu dalam efisiensi waktu dan materi transaksi-transaksi organisasi serta mendukung fungsi operasi, manajemen dan pengambilan keputusan. Pemanfaatan ICT untuk menjalankan sistem informasi memungkinkan aliran informasi berjalan dengan cepat dan akurat. Sistem informasi akademik dengan database online di sekolah sangat membantu orang tua untuk mendapat informasi perkembangan anaknya setiap saat. Database online memberi kemudahan-kemudahan informasi bagi siswa, orang tua maupun masyarakat. Web interaktif sekolah memudahkan komunikasi antara sekolah dengan masyarakat pelanggan. Visi, misi dan profil lembaga atau sekolah dengan mudah dapat diketahui oleh masyarakat awam, yang berdampak dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap sekolah. Web akademik memberikan kemudahan kepada siswa, guru, karyawan, orangtua, dan masyarakat, seperti kemajuan akademik siswa, perkembangan harian, kewajiban administratif, pendaftaran siswa baru, dan lain-lain.
ICT sebagai manajemen Sistem Informasi Pendidikan ini juga sangat berperan penting dalam pengembangan tupoksi PPPPTK PKn dan IPS dalam mengelola database sistem informasi yang berkaitan pengelolaan data guru Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kewarganegaraan di seluruh Indonesia, dengan sistem kerja dan kebutuhan informasi agar dapat diakses dengan mudah cepat dan efisien.
2. E-learning
E-learning merupakan bentuk ICT yang diterapkan di bidang pendidikan dalam bentuk sekolah maya. Melalui e-learning belajar tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu. Belajar dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Belajar mandiri berbasis kreativitas siswa yang dilakukan melalui e-learning mendorong siswa untuk melakukan analisis dan sintesis pengetahuan, menggali, mengolah dan memanfaatkan informasi, menghasilkan tulisan, informasi dan pengetahuan sendiri. Siswa dirangsang untuk melakukan eksplorasi ilmu pengetahuan. e-Learning dilakukan melalui jaringan internet, sehingga sumber belajar bukan hanya guru tetapi siapa saja yang di berbagai belahan bumi. Fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh siswa untuk belajar melalui e-Learning diantaranya: e-book, e-library, interaksi dengan pakar, emaill, mailling list, Newsgroup, Worl Wide Web (www) dan lain-lain.

3. ICT untuk Media Pembelajaran.
Untuk hasil yang optimal pembelajaran harus menyenangkan dan merangsang imajinasi serta kreativitas siswa. Penggunaan multi metoda dan multi media sangat membantu untuk meningkatkan hasil belajar. Penemuan mutakhir tentang teori pendidikan seperti Teori Kecedasan Berganda yang dikembangkan oleh Howard Gardner, Teori Kecerdasan Emosi yang dikembangkan oleh Daniel Colleman, Quantum Learning, dan lain-lain menuntut penggunaan multi metode dan multi media untuk mengoptimalkan hasil belajar. Perkawinan ICT dengan teknologi audio visual menghasilkan fitur-fitur baru yang dapat dimanfaatkan dalam pendidikan. Pembelajaran berbasis multi media (teknologi yang melibatkan teks, gambar, suara dan video) dapat menyajikan materi pelajaran yang lebih menarik, tidak monoton, dan memudahkan penyampaian. Siswa dapat mempelajari materi pelajaran tertentu secara mandiri dengan komputer yang dilengkapi program multi media. Di pasaran banyak beredar software-software edutainment yang memadukan pendidikan dengan hiburan. Gurupun dapat membuat sendiri materi-materi pelajaran dengan menggunakan multi media. Beberapa program yang sering dipakai dalam pembelajaran berbasis multi media dan tidak terlalu sulit mempelajarinya: Power Point, Macromedia Director, Macromedia Flash, Maple, Mathcad, Net School Suport dan Hot Potatoes.
4. ICT untuk Pendidikan Life Skill
ICT dengan komputer sebagai jantungnya telah memasuki berbagai aspek kehidupan. Hampir semua bidang pekerjaan membutuhkan komputer. Pekerjaan yang membutuhkan keterampilan menggunakan komputer terbuka luas. Keterampilan menggunakan komputer merupakan salah satu kecakapan hidup yang sangat dibutuhkan untuk bersaing dalam sistim ekonomi berbasis ilmu pengetahuan. Pendidikan ICT mengandung kecakapan hidup yang dapat dikembangkan baik specific life skill maupun general life skill. Kecakapan dalam mengoperasikan komputer, menggunakan berbagai program baik aplikasi maupun bahasa pemograman merupakan kecakapan hidup yang bersifat spesifik vocational. Sementara keterampilan menggali informasi internet pada internet, mengolah dan memanfaatkannya merupakan general life skill.
5. E-Library
Sistem informasi perpustakaan secara online (online library information system) sudah banyak dikembangkan, sehingga pengguna / pengunjung perpustakaan dapat dengan mudah mengakses koleksi perpustakaan kapan saja dan dimanapun berada secara 24 jam. Perpustakaan dapat pula mengembangan jaringan fiber optic yang dilengkapi dengan Hotspot sehingga memungkinkan pengguna untuk mengakses langsung data bibliografi, kumpulan berita baik dalam maupun luar negeri, journal dalam dan luar negeri, internet dan intranet.

B. PEMANFAATAN ICT DALAM PEMBELAJARAN PKn DAN IPS

Penggunaan ICT sebagai alat yang efektif dalam pembelajaran dan pengajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kewarganegaraan dalam hal:
1. Memberikan siswa sebuah cara untuk menangani data dan informasi yang efektif misalnya melalui penggunaan database, lembar kerja dan grafik.
2. Mendukung siswa mempresentasikan dan menginterpretasikan informasi dalam berbagai cara sebagai contoh penggunaan paket graph drawing atau pengunaan media presentasi
3. Meningkatkan pengajaran dan pembelajaran melalui penggunaan tampilan yang diproyeksikan ke papan tampilan interaktif.
4. Mengembangkan keterampilan siswa atau guru untuk membuat media belajar mengajar.
5. Memungkinkan guru untuk mendemonstrasikan pelajaran/materi melalui penggunaan tampilan dan presentasi berbasis ICT yang mencakup penggunaan papan tampilan interaktif
6. Memotivasi guru merancang aktivitas kontekstual untuk siswa melalui penggunaan sumber-sumber yang ditemukan di internet
7. Merancang masalah-masalah yang menantang siswa yang untuk berpikir secara logis, sebagai contoh memberikan akses internet untuk mendapatkan masalah-masalah, ide-ide dan konteks-konteks Ilmu Pengetahuan Sosial
8. Meningkatkan motivasi siswa dengan mempromosikan pelibatan aktif mereka dalam pembelajaran.

B. PROGRAM KERJA
1. Fasilitasi dan Pendampingan Bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kewarganegaraan berbasis ICT.
a. Fasilitasi Ilmu pengetahuan sosial dan kewarganegaraan Tingkat Sekolah Dasar (Primary School) secara online dan offline.
b. Fasilitasi Guru Ilmu pengetahuan sosial dan kewarganegaraan Tingkat Sekolah Menengah Pertama (Yunior Secondary School) secara online dan offline.
c. Fasilitasi Guru Ilmu pengetahuan sosial dan kewarganegaraan Tingkat Sekolah Menengah Atas (Senior Secondary School) secara online dan offline.
d. Pendampingan bagi pendidik dan tenaga kependidikan Ilmu pengetahuan sosial dan kewarganegaraan secara online dan offline.
2. Penelitian dan Pengembangan Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kewarganegaraan berbasis ICT
a. Penelitian dan pengembangan tentang masalah pendidikan Ilmu pengetahuan sosial dan kewarganegaraan pada tingkat pendidikan dasar dan menengah.
b. Penelitian dan pengembangan pemanfaatan ICT dalam pendidikan Ilmu pengetahuan sosial dan kewarganegaraan.
3. Workshop dalam Bidang Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kewarganegaraan berbasis ICT
a. Workshop mengenai pembelajaran Ilmu pengetahuan sosial dan kewarganegaraan berbasis ICT
b. Workshop mengenai pemanfaatan teknologi untuk pendidikan Ilmu pengetahuan sosial dan kewarganegaraan.
4. Seminar dalam Bidang Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kewarganegaraan berbasis ICT
a. Seminar mengenai pembelajaran Ilmu pengetahuan sosial dan kewarganegaraan berbasis ICT
b. Seminar mengenai pemanfaatan teknologi untuk pendidikan Ilmu pengetahuan sosial dan kewarganegaraan.
5. Pengembangan Jaringan Kerja
a. Mengadakan kerjasama dengan lembaga-lembaga kependidikan.
b. Mengadakan kerjasama dengan lembaga-lembaga ICT.

Satu Tanggapan to “POTENSI ICT SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN PKn DAN IPS”


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: